Perpustakaan Pusat UBL

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • ejurnal
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
No image available for this title
Penanda Bagikan

(E-SKRIPSI) PELAKSANAAN PEMBINAAN NARAPIDANA YANG BERORIENTASI PADA PROSES RESOSIALISASI PELAKU TINDAK PIDANA (Studi Pada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Metro)

Ferdinan Syani - Nama Orang;

Semua perbuatan tindakan pidana harus mendapatkan ganjaran yang setimpal atau seimbang agar ketertiban, ketentraman, dan rasa keadilan
dimasyarakat dapat tercapat dengan baik. Indonesia merupakan negara hukum dimna terjadi tindak kejahatan atau pelanggaran hukum maka
akan dikenakan sanksi. Pemberian sanksi pidana bertujuan untuk menyadarkan narapidana agar dapat menyesali segala
perbuatannya yang telah dilakukannya dan mengembalikannya menjadi warga masyarakat yang baik, taat pada hukum,
menjunjung tinggi nilai-nilai moral, sosial dan keagamaan, sehingga tercapai kehidupan yang aman, tertib, dan damai tentunya
pelaksanaan pembinaan narapidana yang berorientasi pada resosialisasi pelaku tindak pidana ialah memberikan tindakan pembinaan
bagi narapidana, seperti pembinaan kepribadian, kemandirian, dan asimilasi.
Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah: (1) pelaksanaan pembinaan narapidana yang berorientasi pada proses
resosialisasi pelaku tindak pidana (2) faktor penghambat pelaksanaan pembinaan narapidana yang berorientasi pada proses
resosialisasi pelaku tindak pidana.
Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan skripsi ini ialah pendekatan yuridis normatif dan pendekatan empiris.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan data sekunder dan data primer. Data sekunder ialah data yang didapat
dari studi kepustakaan, serta pendektan ini didukung oleh tiga bahan yaitu bahan hukum primer, sekunder dan tersier.
Data primer ialah data yang didapt dari lapangan secara langsung pada objek penelitian. Data yang selanjutnya
dianalisis dan dibahas secara yuridis kualitatif, yakni dengan memberikan pengertian terhadap data yang dimaksud
menurut kegiatan yang diperolewh di lapangan dan disusun serta diuraikan dalam bentuk kalimat.

Berdasarkan hasil penelitian, pelaksanaan pembinaan narapidana yang berorientasi pada proses resosialisasi
pelaku tindak pidana adalah memberikan pembinaan bagi narapidana yang terdiri dari pembinaan kepribadian,
pembinaan kemandirian, dan pembinaan asimilasi yang semuanya itu merupakan upaya Lembaga
Pemasyaraakatan Kelas II A Metro untuk mempersiapkan narapidana bersosialisasi kembali dengan masyrakat
umum, maka hendaknya Lembaga Pemasyarakatan lebih optimal lagi untuk melaksanakan pembinaan yang diberikan
kepada narapidana sehingga pembinaan yang diberikan benar-benar bermanfaat bagi narapidana setelah bebas kelak.
Faktor penghambat pelaksanaan pembinaan narapidana yang berorientasi pada proses resosialisasi pada pelaku
tindak pidana ialah yang pertama, narapidana itu sendiri seperti latar belakang narapidana yang berbeda-beda,
hubungan antar personal narapidana, hubungan narapidana dengan petugas lapas.
Kedua, kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang. Ketiga, sumber daya manusia sebagai pembinaan yang terbatas.
Kuantitas petugas yang minimal mengakibatkan beragam pembinaan yang menjadi progaram Lembaga Pemasyarakatan
tidak dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh petugas karena jumlah petugas yang tidak memadai, sarana yang terbatas
mengakibatkan proses pembinaan kurang berjalan lancar. Pelaksaan pembinaan yang tumpang tindih berdampak pada hasil
pembinaan yang kurang maksimal.

Adapun saran yang ingin disampaikan dalam penilitian ini adalah: Bagi pemerintah, Pemerintah perlu melakukan perekrutan
pegawai Lembaga Pemasyarakatan baru yang benar-benar berkompeten mengingat pegawai Lembaga Pemasyarakatn
khususnya petugas pembina Lembaga Pemasyarakatan pada umumnya sangat minim. Bagi Lembaga Pemasyarakatan,
Lembaga Pemasyarakatan hendaknya lebih inovatif untuk meningkatkan pembinaan yang ada dan mengatasi setiap
hambatan yang muncul dengan tepat.
Kata kunci: tindak pidana, Pembinaan narapidana, Resosialisasi


Ketersediaan
#
Perpustakaan Pusat UBL (Di Rak Kelas 300) REF 340 FER p 17093
FH 17093
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
REF 340 FER p
Penerbit
Universitas Bandar Lampung : Fakultas Hukum UBL., 2017
Deskripsi Fisik
76 hlm
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
340
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Ilmu Hukum
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
Dr. Erlina B,S.H.,M.H
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Pusat UBL
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2025 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?