TEXT
Sastrawan Malioboro 1945-1950
Dengan mengkaji "Sastrawan Malioboro" sebuah karya dari seorang pakar bahasa perancis Farida Soemargono, kita mendapatkan metodologi penelitian sastra yang berlainan. Hal ini dikarenakan, ia menaruh perhatian pada kaum "marginal" atau para penulis "frustasi" sebuah istilah yang menggambarkan betapa tulisan mereka dilecehkan. Melalui cara ini, penulis mencoba menelaah sastra dari segi sosiologi dibandingkan estetika. Disisi lain, tidak seperti penulis kebanyakan, ia lebih memilih Yogyakarta sebagai pusat penelitiannya, sehingga karya ini tidak lagi bersifat sentralistik, atau Jakrta-oriented. Buku ini berupaya menunjukan budaya daerah sebagai pilar-pilar utama dari apa yang disebut Indonesia.
Tidak tersedia versi lain